Cara Membuat Hash MD5, SHA-256, dan SHA-512

Diterbitkan pada April 5, 2026

Ringkasan cepat

Pelajari cara membuat hash MD5, SHA-256, dan SHA-512. Bandingkan algoritma, pahami checksum, dan ketahui mengapa MD5 rusak. 100% sisi klien.

Topik: Desain & aksesibilitas

Hash adalah nilai tetap berukuran tetap yang dihasilkan dari input teks apa pun melalui fungsi satu arah. MD5, SHA-256, dan SHA-512 adalah tiga algoritma hash umum; SHA-256 dan SHA-512 direkomendasikan untuk keamanan, sedangkan MD5 sudah rusak dan hanya cocok untuk checksum lama. Gunakan Generator Hash NeatForge untuk menghasilkan kelima hash sekaligus langsung di browser Anda.

Apa itu hash?

Hash adalah fungsi matematika satu arah yang mengubah input apa pun (teks, file, data biner) menjadi string panjang tetap. Properti utama hash kriptografis:

  • Deterministik — input yang sama selalu menghasilkan hash yang sama
  • Satu arah — mustahil memulihkan input dari hash
  • Avalanche — perubahan satu bit input mengubah seluruh hash
  • Tahan tabrakan — sulit menemukan dua input berbeda dengan hash yang sama

Hash bukan enkripsi. Enkripsi bersifat dua arah dan dapat didekripsi dengan kunci; hash tidak dapat dibalik.

MD5 vs SHA-1 vs SHA-256 vs SHA-512

Setiap algoritma menghasilkan panjang output yang berbeda:

  • MD5 — 128 bit (32 hex). Cepat tetapi rusak secara kriptografis.
  • SHA-1 — 160 bit (40 hex). Digunakan Git, tetapi sudah tidak aman untuk tanda tangan.
  • SHA-256 — 256 bit (64 hex). Standar modern untuk keamanan.
  • SHA-512 — 512 bit (128 hex). Lebih aman pada arsitektur 64-bit.

SHA-256 adalah pilihan default yang direkomendasikan untuk sebagian besar penggunaan modern.

Kapan menggunakan masing-masing algoritma?

  • Checksum file — SHA-256 atau SHA-512 untuk verifikasi unduhan.
  • Penyimpanan kata sandi — jangan pernah pakai MD5/SHA-1 mentah; gunakan bcrypt, scrypt, atau Argon2.
  • Pengalamatan konten gaya Git — SHA-1 atau SHA-256 untuk identifikasi unik.
  • Integrasi sistem lama — MD5/SHA-1 bila protokol lawas mengharuskannya.
  • Tanda tangan & sertifikat — SHA-256 atau SHA-512.

Mengapa MD5 rusak?

MD5 telah rusak secara kriptografis sejak 2004. Peneliti dapat membuat dua input berbeda yang menghasilkan hash MD5 yang sama (collision) dalam hitungan detik. Akibatnya, MD5 tidak boleh digunakan untuk:

  • Tanda tangan digital
  • Verifikasi integritas melawan penyerang aktif
  • Penyimpanan kata sandi

MD5 tetap berguna hanya untuk checksum non-keamanan, seperti mendeteksi korupsi file tidak sengaja atau kompatibilitas sistem lama.

Cara membuat hash MD5, SHA-256, dan SHA-512

  1. Buka Generator Hash.
  2. Ketik atau tempel teks ke kotak input.
  3. Klik “Hitung Hash”.
  4. Salin hash yang Anda butuhkan menggunakan tombol Salin.
  5. Beralih antara huruf besar/kecil untuk mencocokkan format toolchain Anda.

Hash SHA dihitung memakai crypto.subtle.digest dari Web Crypto API, yang dipercepat perangkat keras dan diaudit. Input dikodekan sebagai UTF-8 sehingga karakter internasional dan emoji dihitung dengan benar.

FAQ

Apakah MD5 masih aman? Tidak untuk tujuan keamanan. MD5 hanya cocok untuk checksum non-keamanan dan kompatibilitas sistem lama.

Bisakah hash dipulihkan ke teks asli? Tidak. Hash bersifat satu arah. “Memecahkan” hash hanya berarti menebak input sampai hashnya cocok (rainbow table atau brute-force).

Apa perbedaan hashing dan enkripsi? Hashing satu arah dan tidak dapat dibalik. Enkripsi dua arah dan dapat didekripsi dengan kunci. Gunakan hashing untuk integritas, enkripsi untuk kerahasiaan.

→ Buka Generator Hash gratis

Iklan

Jelajahi topik ini

Desain & aksesibilitas

Baca lebih banyak panduan di cluster ini dan temukan alat terkait lebih cepat.

Lihat panduan topik

Alat terkait

Panduan Terkait